TUGAS PORTOFOLIO



Satuan Pendidikan
MA NU Hasyim Asy'ari 1 Kudus
Mata Pelajaran
Sejarah Peminatan
Kelas
XI IPS


Nama siswa
:   NOOR JANNAH
Tanggal Penilaian
:    21 September 2019
Semester
:    Ganjil
Tahun Ajaran
:    2019/2020
Kelompok
:    (A)
Anggota

1. Adisti Aszara

2. Intan Yulianti

3. Noor Jannah

4. Shofiatun Nikmah

5. Siti Himatul Mustaghfiroh

6. Tarisa Nihayatun Najikha



Kompetensi dasar            
4.2   Menyajikan hasil analisis tentang kerajaan-kerajaan maritim Indonesia pada masa Islam dalam sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan serta pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini dalam bentuk tulisan dan/atau media lain

Indikator
4.2.1.    Kerajaan-kerajaan maritim Indonesia pada masa Islam


Jenis Portofolio :
Individual dengan input dan bantuan kelompok kooperatif

Tujuan Portofolio :
Memantau perkembangan kemampuan, keterampilan, dan komunikasi


Rubrik Penilaian

Tugas
1. Kata Pengantar (paling sedikit 5 baris)
2. Pengertian "Kerajaan" dan “Maritim” (tulis masing-masing 1 pendapat ahli)
3. Penjelasan "1 Kerajaan Maritim (bebas) pada masa Islam dan system pemerintahan, social, ekonomi dan budayanya" (paling sedikit 15 baris)
4. Kesimpulan pendapat individu "Kerajaan Maritim Pada masa Islam" (paling sedikit 3 baris)
5. Kemukakan bukti " Kerajaan Maritim Pada masa Islam " (foto atau gambar bersama buku atau objek sejarah)
6. Foto bersama Anggota Kelompok (dengan caption nama anggota kelompok)
7. Tulis Referensi tugas


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat kepada kita semua.

Shalawat dan salam  tetap tercurahkan kepada NABI MUHAMMAD SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah.

Saya akan menjelaskan tentang KERAJAAN MARITIM ISLAM.



PENGERTIAN KERAJAAN DAN MARITIM

Pendapat pertama KERAJAAN
      Kerajaan adalah Monarki konstitusional adalah sejenis monarki yang didirikan di bawah sistem konstitusional yang mengakui Raja, Ratu, atau Kaisar sebagai kepala negara. Monarki konstitusional yang modern biasanya menggunakan konsep trias politica, atau politik tiga serangkai. Ini berarti raja adalah hanya ketua simbolis cabang eksekutif. Jika seorang raja mempunyai kekuasaan pemerintahan yang penuh, ia disebut monarki mutlak atau monarki absolut.
Saat ini, monarki konstitusional lazimnya digabung dengan demokrasi representatif. Oleh karena itu, kerajaan masih di bawah kekuasaan rakyat tetapi raja mempunyai peranan tradisional di dalam sebuah negara. Pada hakikatnya sang perdana menteri, pemimpin yang dipilih oleh rakyat, yang memerintah negara dan bukan Raja. Namun, terdapat juga raja yang bergabung dengan kerajaan yang tidak demokratis. Misalnya, sewaktu Perang Dunia II, Kaisar Jepang bergabung dengan kerajaan tentara yang dipimpin seorang diktator.
Beberapa sistem monarki konstitusional mengikuti keturunan; manakala yang lain melalui sistem demokratis seperti di Malaysia di mana Yang di-Pertuan Agong dipilih oleh Majelis Raja-Raja setiap lima tahun.
Pendapat pertama MARITIM
      maritim/ma·ri·tim/ a berkenaan dengan laut; berhubungan dengan pelayaran danperdagangan di laut;


KERAJAAN MARITIM (BEBAS) PADA MASA ISLAM DAN SISTEM PEMERINTAHAN, SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYANYA

KERAJAAN DEMAK

Hasil gambar untuk sejarah kerajaan demak
Letak Geografis
 Kerajaan Demak awalnya merupakan sebuah kadipaten di Kerajaan Majapahit, namun pada perkembangan selanjutnya wilayah tersebut bebas dari kekuasaan Majapahit dan mendirikan kerajaan baru bercorak Islam. Fakta menariknya, Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. 

Berdasarkan catatan sejarah, lokasi atau letak kerajaan Demak yang strategis membuatnya menjadi pelopor penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Berdirinya Demak berlangsung saat Kerajaan Majapahit runtuh, pendirinya bernama Raden Patah. Ia merupakan pendiri kerajaan Demak, sekaligus raja pertama yang menguasai wilayah Kerajaan Demak.

Kehidupan Politik

  Kerajaan Demak berdiri kira-kira tahun 1478. Hal itu didasarkan pada saat jatuhnya Majapahit yang diperintah oleh Prabu Kertabumi (Brawijaya V) dengan ditandai candrasengkala, sirna ilang kertaning bumi (artinya tahun 1400 Saka atau tahun 1478 Masehi). Para wali kemudian sepakat untuk menobatkan Raden Patah menjadi raja di Kerajaan Demak dengan gelar Senapati Jimbung Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Untuk jabatan patih diangkat Ki Wanapala dengan gelar Mangkurat

Kerajaan Demak berkembang menjadi kerajaan besar, di bawah kepemimpinan Raden Patah (1481-1518). Negeri-negeri di pantai utara Jawa yang sudah menganut Islam mengakui kedaulatan Demak. Bahkan Kekuasaan Demak meluas ke Sukadana (Kalimantan Selatan), Palembang, dan Jambi. Pada tahun 1512 dan 1513, di bawah pimpinan putranya yang bernama Adipati Unus, Demak dengan kekuatan 90 buah jung dan 12.000 tentara berusaha membebaskan Malaka dari kekuasaan Portugis dan menguasai perdagangan di Selat Malaka. Karena pernah menyerang ke Malaka Adipati Unus diberi gelar Pangeran Sabrang Lor (Pangeran yang pernah menyeberang ke utara).

Setelah Raden Patah wafat pada tahun 1518 M, Kerajaan Demak dipimpin oleh Adipati Unus (1518-1521). Ia menjadi Sultan Demak selama tiga tahun. Kemudian ia digantikan oleh adiknya yang bernama Sultan Trenggana (1521- 1546) melalui perebutan takhta dengan Pangeran Sekar Sedo Lepen. Untuk memperluas daerah kekuasaannya, Sultan Trenggana menikahkan putra-putrinya, antara lain dinikahkan dengan Pangeran Hadiri dari Kalinyamat (Jepara) dan Pangeran Adiwijaya dari Pajang. Sultan Trenggana berhasil meluaskan kekuasaannya ke daerah pedalaman. Ia berhasil menaklukkan Daha (Kediri), Madiun, dan Pasuruan. Pada saat melancarkan ekspedisi melawan Panarukan, Sultan Trenggana terbunuh. Pada masa Sultan Trenggana, wilayah kekuasaan Kerajaan Demak sangat luas meliputi Banten, Jayakarta, Cirebon (Jawa Barat), Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur.

Raja-raja Yang Pernah Memerintah di Kerajaan Demak
 1.Raden Patah (tahun 1500-1518)
 2.Adi Pati Unus (tahun 1518-1521)
 3.Sultan Trenggana (tahun 1521-1546)

Kehidupan Politik,Ekonomi,Sosial dan Budaya
  Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya Kerajaan Demak - Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di tanah Jawa. Sebagai kerajaan Islam pertama, maka Kerajaan Demak memiliki peran yang sangat penting terhadap peletakan dasar-dasar beragama Islam di tanah Jawa. Dengan dimotori Walisongo, maka jadilah Kerajaan Demak sebagai pelopor dan pusat penyebaran Islam di Jawa. Pengaruh Demak Bintoro yang cukup besar dengan wilayah kekuasaan yang luas, menjadi kelebihan yang sangat berperan dalam penyebaran Islam di Jawa. Sejarah berdirinya Kerajaan Demak ini masih memiliki kaitan erat dengan kerajaan pendahulunya yaitu Kerajaan Majapahit yang bernafaskan Hindu Buddha. Bahkan ada yang menyebut bahwa pendiri kerajaan Demak adalah keturunan dari Raja Majapahit terakhir.

Kehidupan Politik Kerajaan Depak
Kehidupan Politik Kerajaan Depak

Sebagai sebuah kerajaan besar, tentu keadaan berbagai bidang harus tetap stabil agar bisa menjaga keberlangungan sebuah kerajaan. Demikian halnya dengan kerajaan Demak, kehidupan politik Kerajaan Demak bisa dikatakan cukup stabil. Pada masa jayanya, kehidupan politik kerajaan Demak cukup disegani oleh Kerajaan lain. Nah, untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana seluk beluk kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya Kerajaan Demak, maka pada kesempatan kali ini akan kami kupas dari masing-masing bidang tersebut. Simak di bawah ini ulasan selengkapnya.

PENDAPAT PRIBADI
KERAJAAN MARITIM PADA MASA ISLAM

Kerajaan Demak memiliki arsitek bangunan yang sangat bagus.


BUKTI KERAJAAN MARITIM PADA MASA ISLAM
(FOTO BERSAMA OBJEK)




Saya dengan buku Sea Power Indonesia


FOTO BERSAMA ANGGOTA KELOMPOK




Baju krem Najib, Baju biru Ema, Baju kuning Eni, Baju hitam aldo



REFERENSI


                                                         https://brainly.co.id/tugas/8913245